Air Garam Untuk Bilas Mulut
 

sekretariskuAir garam telah digunakan oleh orang-orang dari berbagai budaya dari generasi ke generasi yang tak terhitung jumlahnya untuk membersihkan luka dan membilas mulut. Garam memiliki antibakteri dan melestarikan sifat bila diterapkan untuk makanan, tetapi berpengaruh pada mikroba ketika dilarutkan dan diencerkan dalam air.

Air garam mengubah pH mulut, yang menghalangi reproduksi banyak mikroorganisme, tetapi tidak langsung membunuh mereka. Setidaknya, air garam menenangkan pada selaput lendir dari mulut anda, tetapi tidak harus ditelan dalam jumlah banyak. Bicaralah dengan dokter gigi anda tentang manfaat membilas mulut anda dengan air garam.

Sejarah Singkat

Perhatian untuk kebersihan mulut telah ada setidaknya 5.000 tahun yang lalu ke masa China dan India kuno. Banyak referensi dibuat untuk membilas dan membersihkan mulut dalam dokumen Cina dan India kembali ke masa-masa awal, menurut buku “The Way of Herbal Ayurvedic.” Pengobatan Ayurveda dari India mirip dengan jamu tradisional Cina. Menyikat gigi dan pembilasan mulut menjadi relatif umum dalam periode Yunani dan Romawi, dan Hippocrates dikatakan telah merekomendasikan campuran air sumur, garam laut dan cuka. Berbagai benih dan rempah-rempah juga terkenal karena kemampuan untuk menyegarkan napas. Saat ini, banyak larutan untuk membilas mulut yang dijual di apotek adalah berbasis alkohol dan mengandung berbagai senyawa antimikroba.

Manfaat Air Garam

Garam mentah, terutama natrium klorida, membatasi pertumbuhan bakteri dalam banyak makanan dan menjaga mereka tetap awet karena menyerap molekul air. Bakteri membutuhkan kelembaban untuk tumbuh subur, sehingga tanpa air yang cukup mereka tidak bisa tumbuh dengan baik. Air garam tidak dianggap sebagai antibiotik karena ketika diberikan kepada air yang mengandung bakteri, hal itu tidak membunuh mereka pada kontak langsung. Namun, menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2003 dalam “British Dental Journal,” bilasan dengan menggunakan air ini sangat bermanfaat karena mereka sementara membasakan atau meningkatkan pH dalam mulut, yang menghalangi proliferasi bakteri. Dan seperti yang telah diketahui oleh umum, hampir semua spesies lebih memilih lingkungan asam. Selanjutnya, larutan ini bisa berlaku sebagai isotonik dan tidak mengiritasi selaput lendir, yang mengapa banyak dokter gigi menggunakan bilasan air garam hangat setelah prosedur perawatan gigi.

Aditif lainnya

Air garam kadang-kadang dikombinasikan dengan baking soda dalam rasio 50/50 untuk meningkatkan alkalizing. Setengah sendok teh masing-masing dalam secangkir air hangat adalah dosis umum. Bahan-bahan lain yang dapat ditambahkan ke air garam atau digunakan sendiri untuk berkumur mulut termasuk hidrogen peroksida, nektar kelapa, jus lidah buaya, minyak wijen dan minyak bunga matahari. Hidrogen peroksida adalah spektrum antimikroba yang baik dan dapat membunuh bakteri.

Perhatian

Mencuci mulut anda dengan air garam dan meludahkannya adalah tidak berbahaya, namun menelan dalam jumlah besar bisa berbahaya. Menurut “Biokimia Medis: Metabolisme Manusia Kesehatan dan Penyakit,” konsumsi berlebihan air garam menyebabkan dehidrasi, dan jika air terlalu asin, hal itu dapat menyebabkan muntah. Minum larutan ini tidak menjadi masalah besar dan kadang-kadang dianjurkan untuk pembersihan usus, tapi terlalu banyak asupan garam dapat menyebabkan risiko yang lebih besar terhadap hipertensi atau tekanan darah tinggi.

sumber: click disini

Advertising – Baca Juga :

Dilihat: 13 kali

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit

WordPress spam blocked by CleanTalk.