Sekertarisku – Terlihat sangat mudah untuk membuat kesalahan pada resume namun sangat sulit untuk memperbaiki kerusakan itu setelah perekrutmu menerimanya. Jadi, pencegahan agar hal itu tidak terjadi adalah hal yang sangat kritis, baik ketika kamu menulis resume pertamamu maupun ketika kamu merevisinya untuk pindah tempat kerja. Simak yuk beberapa kesalahan dalam menulis lamaran pekerjaan yang paling sering terjadi serta cara menghindarinya!

  1. Typo dan salah tata bahasa.
    Resumemu harus sempurna secara ketatabahasaan. Jika tidak, perusahaan yang kamu lamar akan menyimpulkan hal-hal yang tidak baik tentangmu, seperti “orang ini tidak pintar menulis,” atau “pelamar ini tidak punya niat.” Apalagi, kamu kan melamar sebagai seorang sekretaris dimana kemampuan berbahasa sangat diperlukan. Periksa ulang lamaran pekerjaan yang kamu tulis beberapa kali sebelum kamu mengirimkannya.
  2. Kurang spesifik.
    Perusahaan yang kamu lamar butuh mengerti apa yang kamu telah lakukan dan kamu capai. Sebagai contoh kamu menulis:
    a. bekerja pada lingkungan perhotelan.
    b. menjadi asisten general manager pada hotel bertaraf internasional dengan kewajiban mengurusi kesekretariatan, menjadwalkan pertemuan dengan klien korporat, dan mengurus perijinan ke instansi pemerintah lokal.
    Kedua kalimat tersebut bisa menerangkan orang yang sama, tapi detail dan info spesifik di B lebih mampu menarik perhatian perekrut.
  3. Berusaha bikin resume all-size.
    Maksudnya, kamu bikin satu lamaran pekerjaan untuk semua lowongan yang kamu lamar. Merasa sering melakukannya? Ketika kamu melakukan ini, biasanya kamu akan menghasilkan sebuah lamaran yang tidak dilirik perekrutmu. Perusahaan ingin kamu menulis sebuah resume yang spesifik untuk posisi yang kamu inginkan khusus untuk lowongan yang mereka buka. Mereka ingin kamu menunjukkan ketertarikan dan mengapa kamu cocok berada di situ dengan jelas.
  4. Menyoroti kewajiban.
    Mudah terjebak ke dalam mode dimana kamu hanya menulis daftar kewajiban pekerjaan pada resume kamu. Sebagai contoh:
    –    Menghadiri rapat grup dan mencatat hasil rapat.
    –    Memperbarui file departemen.
    Namun ternyata perusahaan lebih peduli pada apa yang berhasil kamu capai pada berbagai aktivitas. Mereka mencari aktivitas seperti ini:
    –    Mencatat hasil rapat mingguan dan mengkompilasikannya pada dokumen berbasis Microsoft Word untuk referensi di masa depan.
    –    Mereorganisasi dokumen selama 10 tahun menjadi lebih mudah diakses oleh para anggota departemen.
  5. Terlalu panjang atau terlalu pendek.
    Sebenarnya, tidak ada aturan pasti mengenai panjang surat lamaran pekerjaan. Hal ini dikarenakan yang membacanya adalah orang-orang berbeda yang memiliki kepedulian dan kekhawatiran berbeda pula. Ini bukan berarti kamu bisa mengirim resume lima halaman, loh. Umumnya, batasi resumemu hingga dua halaman. Namun jika kamu merasa satu halaman sudah cukup, kamu tak perlu memanjangkannya. Kalau belum, jangan potong resumemu.
  6. Tujuan yang buruk.
    Para perekrutmu membaca obyektif atau tujuan dari surat lamaranmu, namun seringkali mereka tidak menyukai membaca tulisan tidak jelas seperti “mencari posisi menantang yang menawarkan pertumbuhan profesional.” Berikanlah mereka sesuatu yang spesifik dan berfokus pada kebutuhan mereka serta kebutuhanmu.
  7. Tidak ada kata kerja.
    Hindari keseringan menggunakan frase seperti “bertanggungjawab terhadap.” Alih-alih, gunakan kata kerja aktif untuk menjelaskan pengalaman dan kewajibanmu di pekerjaan sebelumnya.
  8. Tidak menulis informasi penting.
    Kamu mungkin tergoda untuk menghilangkan penyebutan pekerjaan-pekerjaan yang kamu lakukan untuk mendapat uang saku lebih waktu sekolah dan lainnya. Mungkin alasannya karena kurang bergengsi atau kamu pikir tidak relevan. Namun ternyata, soft skill yang kamu dapat dari pekerjaan ini seperti etika kerja atau pengaturan waktu ternyata lebih penting bagi perekrut daripada yang kamu pikirkan.

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat orang-orang melamar pekerjaan. Format resume kamu juga harus menarik, ya. Tapi jangan sampai mengganggu secara visual seperti memiliki font berbeda-beda atau dihiasi warna-warni yang terlalu ceria.

Dilihat: 26 kali

Pin It

Tinggalkan Balasan