Dear SK,
Maaf nih pertanyaannya gak nyambung dengan profesi sekretaris, tapi kalo hal ini terjadi, tentu bikin kita pusing juga di kantor bukan?
Aku bingung nih SK, rasanya aku udah gak cocok lagi sama dia, tapi aku masih ragu untuk nentukan sikap, apakah harus terus? atau putusin aja? Gimana ya?

(Someone di Tangerang)

Jawab:
Dear SKers, kami coba sharing ya biar kamu gak galaw. Untuk menentukan putus atau tidak adalah pertanyaan dan keputusan dimana banyak orang bergulat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Menjalin hubungan lebih serius akan menjadi masalah bila hal itu tidak cocok dengan anda, memutuskan hubungan juga kadang lebih sulit. Putus dengan seseorang menjadi sulit karena berbagai alasan. Anda tidak ingin untuk keluar dari zona nyaman – anda senang untuk kembali bersama seseorang bahkan ketika seseorang itu menjadi beban hidup anda. Anda takut sendirian, anda takut apa yang orang lain mungkin pikirkan, anda sangat baik dan tidak dapat mematahkan hati seseorang – alasan yang banyak terjadi disekitar kita. Tapi anda perlu memahami bahwa jika anda merasa seperti anda perlu putus dengan seseorang, anda harus berani melangkah kedepan. Tentu saja, anda harus berpikir tentang hal itu dengan baik, dan tidak putus karena anda bertengkar karena hal konyol. Jika anda yakin anda perlu untuk pergi, anda harus move on dan lebih memperhatikan diri anda sendiri dibanding kepentingan orang lain. Berikut adalah beberapa cara untuk memutuskan apakah anda harus putus dengan si dia.

1. Istirahat untuk sementara waktu untuk melihat bagaimana perasaan anda

Jika anda berpikir untuk putus dengan seseorang, istirahatlah terlebih dahulu, mencoba untuk mengambil jeda waktu tanpa orang itu. Jalani hidup seperti yang anda lakukan jika orang itu tidak ada. Jika anda merasa nyaman dan bahkan menikmati waktu, mungkin sudah saatnya anda memberitahu si dia bahwa anda ingin putus dari hubungan.

2. Cobalah menjadi egois untuk sementara waktu

Jika anda bukan orang yang egois, mencoba dan jadilah salah satu dari mereka untuk sementara waktu. Kadang-kadang anda perlu berpikir tentang diri anda sendiri. Ketika anda berada dalam mode self centered ini, anda akan berpikir lebih jernih tentang diri anda. Pemikiran terkonsentrasi tentang diri sendiri akan membantu ketika anda memikirkan tentang putus. Penilaiain anda tidak akan tertutupi oleh apa yang diinginkan oleh orang lain terhadap anda.

3. Pergi ke suatu tempat sendirian

Tinggalkan pacar anda, tunangan atau suami di belakang dan pergi melakukan perjalanan sendirian. Anda akan menemukan banyak hal tentang diri anda dan orang-orang diluar ketika anda bepergian. Beberapa waktu untuk sendirian juga menetapkan hak perspektif anda. Anda dapat memutuskan apa yang ingin anda lakukan dengan tenang.

4. Bicara sahabat atau orang kepercayaan

Jika anda berpikir anda tidak dapat menentukan keputusan sendiri, berbicaralah dengan seseorang yang dapat menyimpan rahasia atau sahabat yang dapat memberikan saran yang berisi. Dengarkan mereka, tetapi coba dan buatlah keputusan sebanyak mungkin oleh diri anda sendiri. Dengan cara ini anda tidak akan menyalahkan teman untuk setiap keputusan salah yang mungkin anda telah buat.

Putus dengan seseorang tidak mudah pada siapa pun. Pikirkan keputusan anda dan tidak putus karena alasan konyol atau ketika anda sedang marah. Keputusan yang diambil dalam kemarahan jarang sekali baik hasilnya dan anda hanya akan menyesal kemudian. Tentukan keputusan ini ketika anda tenang dan ketika anda tidak stres terlalu banyak.

Dilihat: 7 kali

Pin It

Tinggalkan Balasan