Sekertarisku – Kesalahan pada surat lamaran pekerjaan adalah sebuah musibah bagi hidup setiap pencari kerja. Tahukah kamu bahwa para perekrut hanya menghabiskan waktu rata-rata enam detik untuk meninjau resumemu?

Akan tetapi waktu enam detik ini cukup untuk menemukan kesalahan-kesalahan pada surat lamaran maupun daftar riwayat hidup seseorang. Kamu hanya memiliki sebuah celah sempit untuk membuat mereka merasa terkesan. Di lingkungan pencarian kerja yang sangat kompetitif, bahkan kesalahan terkecil pun cukup untuk menyingkirkanmu dari persaingan.

Ada tiga aspek utama dari proofreading: ejaan, tata bahasa dan konsistensi. Mungkin kamu sering mendengar para pelamar kerja bilang “Kita cuma manusia biasa, wajar tak sempurna.” Namun, karena ketatnya persaingan, ditambah lagi posisi sekretaris yang kamu lamar mengharuskanmu memiliki perhatian yang sangat bagus pada detail-detail kecil, jelas kamu harus sempurna. Apalagi, resumemu juga merupakan cara bagi perekrut untuk melihat kemampuanmu berkomunikasi via tulisan, yang merupakan hal yang sangat penting bagi pekerjaan sebagai sekretaris.

Beberapa perusahaan lebih brutal dibanding lainnya. Satu atau dua kesalahan bisa dimaafkan, kadang bahkan pengertian bahwa fitur pengecek spelling di program komputer dan mobile membuat error pada resumemu. Namun, perusahaan lain akan langsung membuang aplikasi lamaran pekerjaan begitu mereka menemukan kesalahan.

Untuk menghindari bencana itu, perhatikan beberapa tips berikut ini :

  1.  Endapkan resume dan surat lamaranmu. Setelah kamu selesai menulisnya, diamkan sejenak dan periksa ulang nanti setelah kamu melakukan aktivitas lain. Kamu akan menjadi lebih fresh dan lebih mudah melihat kesalahan yang mungkin ada.
  2. Pelan-pelan. Jangan melakukan pembacaan cepat dan terburu-buru. Perhatikan setiap kata dan bagian resumemu satu demi satu.
  3. Lakukan di tempat tenang. Jauhi distraksi seperti televisi, radio, keluarga atau teman. Carilah ruangan yang tidak berisik.
  4. Gunakan kursor, jari atau pena untuk menunjuk setiap kata di barisan resumemu seperti ketika kamu tengah belajar membaca. Ini akan memaksamu untuk mengoreksinya dengan pelan.
  5. Cetaklah. Jangan membatasi dirimu dengan membacanya di layar komputer. Kebanyakan perekrut akan mencetak lamaran pekerjaan yang masuk. Selain lebih mudah melihat kesalahannya, kadang formatmu bisa acak-acakan ketika dicetak. Jadi, ujilah dengan mencetaknya.
  6. Bacalah dengan keras. Mendengar kata-kata yang kamu tulis akan memberimu peringatan ketika apa yang kamu ketik ternyata tidak seperti apa yang kamu niatkan. Ini juga akan membuat pilihan atau sambungan kalimat yang terdengar ‘aneh’ semakin kentara.
  7. Ubah penampakan dokumenmu di layar. Mungkin, hanya untuk keperluan pengecekan, gunakan spasi dobel atau ubahlah font dan warnanya. Ini akan membuatmu melihat resumemu dengan lebih jelas. Tapi jangan lupa untuk mengembalikannya sebelum mengirimnya.
  8. Bacalah satu bagian setiap waktu dan jangan sekaligus satu dokumen seluruhnya.
  9. Minta bantuan. Undang orang lain untuk melakukan proofreading pada dokumen surat lamaran dan daftar riwayat hidupmu.
  10. Ulangi proses itu beberapa kali. Lebih baik lagi jika ada jeda di antara pengulangan itu.

Apa yang harus kamu cek dengan cermat :

  1. Tanggal dan rentang kerjamu untuk tiap pekerjaan. Apakah ada celah atau saling bersalipan?
  2. Cek penulisan nama perusahaan sebelumnya.
  3. Pastikan kamu menggunakan tata bahasa yang benar. Apalagi jika kamu menulis lamaran pekerjaan dalam Bahasa Inggris.
  4. Periksa konsistensi tulisanmu. Cek apakah tanggal tertulis dengan format sama, setiap jabatan sudah dicetak tebal, setiap habis titik ada satu spasi, dan lain sebagainya.
  5. Jangan lupakan hal sederhana seperti detail kontakmu. Ini malah merupakan salah satu area kesalahan yang paling sering pada resume.

Ketika kamu melakukan proofreading, tidak ada yang namanya terlalu sering atau terlalu banyak. Jadi, jangan malas untuk memeriksa ulang resumemu agar kamu mendapatkan peluang kerja yang kamu inginkan.

Dilihat: 165 kali

Pin It

Tinggalkan Balasan