APA sih percaya diri?

Sahabat Sekretaris, Percaya diri (PD) sering disejajarkan dengan harga diri. Tapi sebagai satu konsep, percaya diri lebih banyak diterapkan dalam penguasaan seseorang terhadap satu keterampilan tertentu atau prestasinya. Misalnya, percaya diri atas satu kemampuan di suatu bidang.

Sementara harga diri lebih mencerminkan penilaian seeseorang dimana di dalamnya ada moral dan  prinsip yang dimiliki. Mungkin saja seseorang memiliki harga diri tanpa merasa PD  atau sebaliknya.

percaya diri juga sering dikaitkan dengan evaluasi diri yang menggambarkan alasan mengapa seseorang tidak cukup atau sebaliknya sudah cukup memiliki rasa percaya diri. Dalam hal ini, pertama kita harus tahu dulu bagaimana cara menilai diri sendiri. Bagaimana kita bisa percaya bahwa kita seorang yang cantik, pintar, menarik, berbakat, sexy, atau bodoh mungkin? dan seterusnya.

Kita selalu mendasarkan persepsi diri sendiri pada dua sumber utama, pengalaman dan anggapan mengenai persepsi orang lain terhadap diri kita. jangan pernah membiarkakn kegagalan dan rasa malu “membakar” ingatan tentang hal-hal positif yang kita miliki.

KENAPA kurang percaya diri?

Kurangnya rasa pede akan dialami bila kita kehilangan orientasi diri, khususnya mengenai ketidaksempurnaan  kita pribadi sebagai manusia.  memang diri manusia adalah suatu yang kompleks. Semua tercakup dalam satui konteks kehidupan pribadi kita yaitu gabungan dari bakat dan keterbatasan, sukses dan kegagalan, atau pengalaman diantara dua kutub tersebut.

jadi hal wajar jika kadang seseorang mengalami kegagalan. Sebaliknya mungkin saja orang yang kelihatannya selalu pede tiba-tiba saja berbalik minder saat mengalami kegagalan.

Takut akan kegagalan bisa menjadi penyebab hilangnya pede. Masyarakat kita sangat kompetitif memberi pujian dan penghargaan hanya bagi mereka yang kompeten, pandai, sukses. Hingga sering mengukur diri berdasarkan keberhasilan kita.

Tuntutan untuk jadi no.1 membuat orang punya beban berat tersendiri untuk selalu berhasil.

jangan lupa bahwa kita  juga sering mengukur kegagalan diri sendiri. Lalu kita bisa menjadi enggan untuk mengambil resiko, karena takut gagal.

Berbahaya jika rasa takut dibawa sepanjang masa. Masalahnya adalah sejak kecil kita sering dicekokin oleh tuntutan untuk usaha maksimal agar tampil prima dalam semua bidang. Padahal hal ini menyalahi keterbatasan alamiah kita manusia. jadi jangan heran jika kegagalan kecil sekalipun bisa meruntuhkan percaya diri seseorang karena tidak mampu memenuhi tuntutan.

Jika kita tidak mencoba sama sekali, memang bisa menghindar  dari menyalahkan diri sendiri atas suatu kegagalan. Tapi kerugian jauh lebih banyak karena kita tidak pernah mulai meningkatkan kemampuan sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan kita. perilaku tidak berusaha mencoba bisa disebut juga mempersulit diri. Jadi sebenarnya lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali, meskipun akan ada resiko gagal di depan.

Menerima Pendapat orang lain

Cara lain mengevaluasi diri adalah dengan berusaha melihat diri sendiri sebagaimana orang lain mellihat kita. memang bukan hal mudah untuk menerima atau percaya pendapat orang lain tentang diri kita. Apalagi jika tidak ada prestasi atau keadaan kita cenderung  menolak dan tidak bisa menerima pujian orang.  sebaliknya kita mudah menerima kritik dan bisa terus memikirkannya. Menerima pujian atau penghargaan tulus dari orang lain tidak ada salahnya, sejauh tidak membuat kita arogan  atau over pede akan kemampuan kita.

Memang tidak ada yang bisa mengenal diri kita  lebih baik selain dari diri kita sendiri. namun feedback  orang lain akan sangat membantu perbendaharaan pengetahuan tentang siapa diri kita. Tampunglah pendapat orang lain sebanyak-banyaknya ,  lalu seleksi yang benar dan salahnya. Tapi jangan persepsi orang lain mendikte persepsi kita mengenai diri sendiri. 

Dengan berfikir positif kita menjadi kuat dalam berusaha. Dan inilah awal meningkatkan rasa pede. Yang perlu diingat adalah tidak ada orang yang pede di segala bidang. Adalah logis dan normal bila kita kurang pede pada bidang tertentu. 

Sebagian orang khawatir akan penampilan dan kepandaian. Ada juga yang hanya pede pada saat-saat tertentu, tapi tidak pada saatl ainnya.

Komponen penting dalam percaya diri adalah belajar menerima kegagalan. Hal inilah yang akan membebaskan kita untuk berani ambil resiko. Pengalaman kalah atau gagal pada saat tertentu akan menjadi alat belajar atau hikmah yang sangat berharga.

Dilihat: 55 kali

Pin It

Tinggalkan Balasan