Sahabat Sekretaris, Kata terima kasih memang kelihatannya sederhana dan mudah diucapkan, tapi apakah kenyataanya benar begitu?
 

Ternyata sebenarnya disadari atau tidak sering terlewat dalam benak kita, dan ada hal-hal yang melatar-belakangi alpanya kita mengucapkan terima kasih, bisa terlewatkan karena kesibukan atau kurangnya perhatian.

“Terima kasih” memang mengandung magic dan mempunyai bobot emosional mengandung makna berupa :

Rasa hormat, Penghargaan (reward), memberikan Perhatian atau Kepedulian yang mempunyai bobot emosi tertentu terhadap orang lain.

Kerja baik dan kerja keras saja tidak cukup membuat kita disebut berhasil di tempat kerja. tetapi yang penting juga adalah hubungan antar manusia, hubungan interpersonal antara atasan-bawahan, rekan kerja, termasuk juga kita dengan perusahaan. 

Jadi bukan tidak mungkin moral suatu tim dan hubungan individu dalam  kelompok bisa diperbaiki tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal.

Kebiasaan kecil mengucapkan terima kasih (say thank you) dengan ketulusan memberikan dampak yang besar dalam kultur suatu kelompok.

Mungkin pada awalnya hanya sebuah sapaan yang numpang lewat atau lebih parahnya menjadi sebuah olok-olok, tetapi  diyakini betapa rutinitas mengungkapkan rasa terima kasih dan memberikan penghargaan  yang tulus akan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan apreasiatif. 

Sehingga pada akhirnya akan mendorong produktivitas. 

Bahkan jika dilakukan dengan disiplin dan menjadi suatu prosedur wajib mungkin..?

Bukankah kita tidak punya resiko apapun jika mengungkapkannya?

(sumber : KOMPAS)

Dilihat: 2 kali

Pin It

Tinggalkan Balasan