Sahabat Sekretaris, setiap hari kita makan tidak terlepas dari garam, mungkin untuk usia balita garam sangat diperlukan tubuh, Tetapi tahukah bahwa untuk usia tertentu atau bahkan bagi sebagian orang ada kalanya harus membatasi konsumsi garam dengan alasan tertentu.

Karena sebaiknya kita membatasi konsumsi garam dengan beberapa pertimbangan bahwa :

  • Garam bersifat adiktif
  • Garam bisa jadi penyebab kematian
  • Garam bisa bikin gemuk

Senyawa kimia garam adalah NaCl (Natrium klorida). Dimana natrium berfungsi sebagai penjaga keseimbangan cairan dan asam-basa tubuh, serta berperan dalam transmisi saray dan kontraksi otot. Dengan catatan asupannya tidak melebihi 500mg per hari.

Jadi konsumsi garam berlebih punya efek buruk bagi kesehatan, diantaranya :

  • Dapat meningkatkan tekanan darah yang memicu serangan jantung dan stroke.
  • Osteoporosis : memicu pelepasan kalsium dari tulang. Jadi tulang menjadi rapuh.
  • Demensi.
  • Kanker : resiko kanker hingga 15% terutama kanker perut,  karena garam mengiritasi perut hingga memicu infeksi bakteri H.pylori, pencetus sel kanker.
  • Obesitas.
  • Gangguan Ginjal : akibat dari hipertensi sehingga merusak sel pembuluh darah di seluruh tubuh. termasuk ginjal. PARAHNYA GEJALA GANGGUAN BARU MUNCUL KETIKA FUNGSINYA SUDAH KURANG DARI 10%!!.
  • Hipertensi.
  • Sirosis Hati.

Lantas darimana munculnya sodium sebanyak itu? tidak lain dari makanan olahan. Dengan memakai sodium rasa dan tampilan makanan lebih enak dan menarik, juga daya tahannya. Itu sebabnya biskuit, sereal, kerupuk sampai saus pasta terasa lebih gurih dan enak di lidah.

Garam juga salah satu zat adiktif selain alkohol dan nikotin, karena mengkonsumsi garam tubuh akan melepaskan hormon dopamimn, yaitu senyawa kimia di otak yang memberi sensasi menyenangkan. Itu sebabnya kita bisa menyukai rasa gurih pada salah satu makanan seperti gorengan.

Ironisnya untuk menghilangkan rasa haus akibat garam, kita lebih suka meminum minuman manis, atau soda diet yang bahkan mengandung sodium yang lebih banyak.

Resiko yang harus diterima adalah kadar gula tinggi merangsang produksi insulin, yaitu hormon yang merespons kelebihan gula dan menyimpannya dalam bentuk lemak. Ini yang kita sebut bertambah gemuk.

Lantas bagaimana dengan garam diet seperti kalium klorida magnesium klorida?

Sebenarnya sama saja bahkan punya efek samping mengganggu kerja ginjal dan tetap mengandung natrium walaupun sedikit.

Sebagai saran, sebelum menerapkan pola makan rendah garam, netralkan  lebih dulu kadar garam dalam tubuh selama 2 minggu. Pola ini lebih mudah diadaptasi oleh mulut. Karena pada indra pengecap terdapat 10.000 titik yang masing-masing punya 50-150 sel reseptor dengan masa aktif 1-2 minggu. Setelah itu akan tumbuh sel reseptor baru dengan kemampuan adaptasi yang baru. Jadi lidah bisa diatur untuk melupakan rasa asin.

Cobalah dalam 1x makan hanya mengandung 300 kalori dengan kadar sodium 300mg. Dengan tambahan jus buah tanpa pemanis. Pilihlah buah dengan kandungan potasium, kalsium dan magnesium untuk membantu tubuh mengurangi kecanduan sodium.

Dilihat: 9 kali

Pin It

Tinggalkan Balasan