Sekertarisku – Sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari permasalahan hidup. Mulai dari masalah keluarga, pacar, pekerjaan, keuangan dan lain-lain adalah permasalahan klasih yang tidak mungki kita hindari dalam hidup. Setiap orang pasti pernah mengalaminya entah itu tua, muda, gendut, kurus, apapun posisinya, apapun profesinya pasti pernah punya masalah. Dan, salah satu cara kita untuk menyelesaikan masalah, atau paling tidak mengurangi beban hidup adalah curhat.

Budaya curhat sudah dikenal dari zaman dahulu. Curhat adalah menceritakan permasalahan kita kepada orang lain dengan harapan orang tersebut akan memberikan empati dan nasihat kepada kita, atau minimal mau mendengarkan keluh kesah kita. Menurut pengalaman, curhat dapat mengurangi stress meskipun orang yang diajak curhat tidak memberikan nasehat apapun. Karena sebenarnya yang kita butuhkan saat curhat hanyalah media megeluarkan uneg-uneg dan keluh kesah. Ada orang yang mau dengar keluhan kita saja udah bersyukur.

Nah yang menjadi masalah, siapa saja orang yang pas untuk dijadikan teman curhat? Tentunya bukan orang sembarangan. Kita harus memilih dan memastikan orang tersebut yang dapat dipercaya dan tidak meneruskan cerita kita ke orang lain. Misalnya sahabat dekat, kakak/adik, bahkan orang tua kita sendiri. Namun ada kalanya kita tidak bisa menemukan orang-orang tersebut saat kita benar-benar ingin bercerita masalah kita. Alhasil, orang di sekeliling kita saat itu yang menjadi tumbal dalam korban curhatan kita.

Salah satu korban sasaran curhat kita adalah teman kantor. Kantor merupakan tempat kita menghabiskan waktu seharian, bahkan kadang kita aka lebih banyak waktu di kantor ketimbang di rumah. Maka, orang kantor adalah sasaran utama curhatan kita. Apakah aman curhat dengan teman kantor?  Ya aman kalau teman kantor tersebut adalah sahabat kita yang bisa dipercaya. Nah, kalau ternyata dia adalah musuh dalam selimut gimana? Misalkan dia iri dengan jabatan atau perlakuan bos kepada kita gimana? Bisa saja kan? Maka kita perlu berhati-hati jika curhat dengan teman kantor. Ada batasan-batasan tertentu yang harus dipatuhi demi menjaga diri sendiri.

Berikut ini beberapa topik curhat yang sangat perlu dihindari saat curhat di kantor :

  1. Masalah Keluarga
    Keluarga merupakan masalah pribadi yang tidak seharusya diketahui oleh umum. Apalagi untuk kita yang sudah menikah, membicarakan aib keluarga sama saja dengan membuka aib sendiri. So, hati-hati jika ingin curhat mengenai masalah ini. Jangan sampai rahasia keluarga kita terdengar ke telinga orang yang salah.
  2. Masalah Pekerjaan
    Secapek-capeknya kita terhadap kerjaan, jangan sampai kita curhat tentang pekerjaan ini kepada orang kantor. Karena sama saja kita tidak siap dengan pekerjaan ini, seharusnyasebagai pekerja kita sudah siap diberi tugas apapun yang sesuai dengan bidang dan kemampuan kita. Salah-salah bisa terdengar bos dan menimbulkan kesalah pahaman.
  3. Besaran Gaji
    Urusan gaji merupakan sesuatu yang sensitif. Tidak perlu membicarakan masalah ini kepada teman kantor, jika memiliki masalah dengan gaji lebih baik langsung diutarakan pada HRD atau bos kita langsung, jangan dibicarakan kepada teman kantor. Membicarakan gaji apalagi sampai megeluhkan gaji menunjukkan ke-tidak profesionalan kita sebagai karyawan.
  4. Kejelekan Orang
    Tahan keinginan kita untuk mebicarakan keburukan orang lain, apalagi teman kerja. Kita tidak tahu seperti apa watak teman yag kita ajak curhat ini. Bisa jadi curhatan kita tentang ini disebarluaskan atau malah diberitahukan pada teman yang bersangkiutan. Ini akan memicu perselisihan kita dengan teman kantor. Oleh karena itu hindari membicarakan kejelekan orang.

Itulah beberapa topik yang harus dihindari ketika curhat di kantor. Curhat boleh, asal tidak terlewat batas dan merugikan kepentingan kita dan orang lain.

Dilihat: 64 kali

Pin It

Tinggalkan Balasan